Maret 15, 2009

Melindungi anak dari kejahatan internet


Tidak dapat di pungkiri setiap orang tua pasti terbersit kekhawatiran akan pengaruh internet yang kian mengglobal.jika di izinkan pikiran jadi was-was,tapi jika di larang di khawatirkan anak jadi kurang pengetahuan atau di cap gaptek.lalu bagaimana sebaiknya? berikut beberapa saran yang bisa di terapkan oraang tua.

1.Tetapkan aturan dasar.

Tetapkan berapa lama anak anda boleh bermain internet.misalnya maksimal 2 jam perhari dan hanya boleh ngenet setelah mengerjakan pekerjaan rumah.

2.Waspadai kejahatan internet.

Ajak anak untuk berdiskusi tentang pentingnya menjaga keamanan diri secara online.ajari mereka bahwa ada jutaan orang yang mengakses internet,dan tidak semua orang dapat di percaya.jangan ssembarangan memeberikan informasi tentang umur,alamat,nomor telepon.

3.Biasakan berinteraksi.

luangkan waktu untuk mengakses internet bersama anak sekaligus aajarkan untuk mencari konten atau materialyang positif.mintalah anak untuk menunjukan pa yang mereka sukai dari internet atau website yang sering di kunjungi.ajaklah mereka untuk menceritakan pengalaman atau informasi yang di dapatnya.

4.Keterbukaan komunikasi.

Posisikan diri anda sebagai orang tua dan sebagai teman bagi anak.jika sewaktu-waktu anak mendapati masalah atau menemukan sesuatu di internet yang membuat tidak nyaman,tanpa segan anak akan bercerita.sesekali anda boleh juga mengontak orang tua teman anak anda,sebab mungkin saja anak anda ngenet di rumah temenya itu atau bahkan di warnet.

5.Letakan komputer di tempat yang bisa di awasi

Tempatkan komputer di ruang belajar atau di ruang keluarga,bukanya di kamar anak.dengan demikian,orang tua dapat mengawasi saat anak asik berinternet.setiap kali anak selesai bermain internet,tanpa sepengetahuan mereka cobalah mengecek situs apa yang di kunjungi dan apa saja yang di lihatnya.

6.Pacu anak untuk bertanya.

Segala sesuatu yang mereka saksikan dalam dunia online tidaklah seperti apa yang mereka pikirkan.ajarkan anak untuk mengabaikan atau berhati-hati dengan orang asing yang mereka temui di internet.

7.Gunakan internet filtering dan parental control

Tujuannya sebagai pengaman kegiatan anak dalam berinternet,dengan cara membloksitus berdasarkan nama,mencari kata-kata tertentu yang di anggap negatif dan memblokir akses ke situs yang mengandung kata-kata tersebut.

Degradasi Moralitas Pengaruh Kecanggihan Teknologi


Tahun demi tahun lanjut terus bergilir dan berubah, otak dan watak serta pikiran manusia kian terus berkembang, menggali potensi, memudahkan sesuatu hal yang sulit, menginstankan suatu pekerja’an. Itulah kenyata’an yang kian terus kita hadapi.

Oleh sebab itu cepat atau lambat, benar atau tidak ini merupakan kenyataan yang harus kita terima. Bahwaa dunia akan berubah bagaikan sebuah bumi perkemahan global. Setiap kemah terbuat dari kaca-kaca bening yang dapat menerobos pengelihatan tanpa ada halangan dan para penghuninya pun tak mampu bersembunyi dari pandangan penghuni yang lain. Dengan teknologi dimanapun kita berada, dinegara manapun kita berada , kita dapat mengetahui informasi-informasi, seluk beluk atau kejadian – kejadian ditempat lain seakan – akan ada ditemapt sekeliling kita.

Itulah kemajuan ilmu pengetahuan terutamanya teknologi dibidang informasi, yang telah mengiring umat manusia menjadi suatu kesatuan, diantaranya yang sudah tidak asing lagi bagi kita yakni ; TV, Head Phone dan Internet. Inilah yang menyajikan kepada kita kekuatan daya imajinasi da teknologi kom,unikasi yang memungkinkan tersebarnya informasi dalam kualitas yang hampir sempurna dalam waktu yang sangat cepat .

Ini merupakan suatu kebutuhan kita yang tidak dapat kita pungkiri. Siklus kehidupan semakin cepat dan membuat kita seakan-akan tidak berdaya kecuali harus memiliki, menerima dan mengikuti arus informasi sesuai dengan perkembangan zaman. Dan kita akan terus menerus di bombardir oleh p[ercepatan informasi. Peranan ilmu pengetahuan teknologi informasi atau media elektronik utamanya internet ini telah membuat dunia semakin menjadi sangat sempit seakan – akan tanpa batas, serta mampu membentuk opini dunia . karna dengan kemampuannya dapat menginformasikan berbagai peristiwa dunia secara terus menerus selam 24 jam. Mulai dari pengesuha, pembisnis, pegawai sampai pada pelajar pun sangat membutuhkannya.

Dengan internet akan mempermudah akses informasi bagi par apembisnis. Pengusaha akan lebih mudah berinteraksi antara produsen dan konsumen. Pelajar juga akan lebi mudah mengakses ilmu-ilmu pengetahuan di dumia pendidikan sejagat raya. Pemerintah dapat berkominikasi dan mencari jaringan – jaringan setiap saat untuk menjalin hubungan antar negara di belahan dunia. Bahkan masyarakat pun akan lebih mudah menyampaikan keritikannya atas inspirasinya terhadap pemerintahan.

Internet sa’at ini bukanlah barang mewah lagi, atau barang antik. Internet sa’at ini sudah menjadi menu budaya manusia sehari-hari. Bila kita dapat mengejar dan mampu menguasainya, bahkan buta dan tak mampu menangkap ara zaman, niscaya kita akan menjadi sassaran Gombalisasi mereka yang menguasai teknologi, dan kita akan dianggap mereka dengan sebutan ”Gaptek”.

Disanping memberi manfa’at yang kuar biasa pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi , globalisasi informasi juga menimbulakn berbagai ketidak pastian, ketidak setabilan dan berbagai macam penyakit masyarakat yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, kekuatan dan pengaruh internet telah merasuk jiwa dan raga kita, merasuk pada budaya – budaya kita, watak dan pikiran kita.

Mereka menyalah gunakan fungsi teknologi yang berkembang sa’at ini. Dengan internet seorang dapat melakukan apa saja, kejahatan dalam bedog teknologi makin merajalela, budaya – budaya asing yang tidak normatif mudah kita dapat, sehingga sangat mudah untuk mempengaruhi budaya – budaya lokal. Dan akhirnya akan mengeliminasi budaya lokal dan lebih mengunggulkan budaya – budaya baru yang tidak normatif. Dengan adanya internet sa’at ini generasi bangsa kita khususnya pemuda mengalami degradasi moral.

Mengapa saya katakan begitu, karena para pemudah/ peajar pengguna jaringan teknologi informasi (Internet) tida mengakses suatu hal yang sewajarnya. Mereka telah memanfa’atkan dengan menyalahgunakan kecangihan teknologi dengan mengakses galery – galery yang bernuansa porno, yang semuanya itu tidaklah wajar bagi para pengguna khususnya para muda untuk memanfa’atkan dengan menyaksikan tayangan-tayangan budaya asing yang tidak normatif. Dan itu telah merusak generasi kita, kalau boleh dikatakan hampir 50 % setiap pengguna kecangihan teknologi meanfatkannya dengan mengakses suatau yang tidak sewajarnya.

Degredasi moral yang ancap kali akan mengiringi langkah pada era globalisasi. Virus – virus inilah yang menyelinap pada pikiran dan otak setiap orang sa’at ini. Sehingga tidaklah heran bila sekarang banyak sekali terjadi kejahatan kejahatan seksualitas yang meningkat pesat, portitusi merajalela, dua sejoli saling bermesuman di hotel – hotel, dan itu menjadi suatu kebanggaan.

  • .:: Sumber dari : Link
  • Bahaya Radiasi Wi-Fi


    Apakah jaringan nirkabel wireless-fidelity (Wi-Fi) benar-benar menjadi ancaman kesehatan bagi manusia? Pertanyaan itu muncul dan memancing perdebatan setelah Panorama–program stasiun televisi Inggris, BBC–menyiarkan hasil investigasinya pada awal pekan lalu.

    Menurut temuan Panorama, tingkat radiasi yang dipancarkan perlengkapan Wi-Fi pada satu sekolah di Norwich, yang memiliki lebih dari seribu murid, lebih tinggi ketimbang tingkat radiasi yang dipancarkan dari menara transmisi operator telepon seluler umumnya. Pengukuran Panorama menunjukkan kekuatan sinyal Wi-Fi di dalam ruang kelas itu tiga kali lebih kuat daripada intensitas radiasi dari menara ponsel.


    Temuan ini dianggap signifikan karena anak-anak memiliki tengkorak yang lebih tipis ketimbang orang dewasa dan masih dalam tahap pertumbuhan. Pengujian menunjukkan bahwa anak-anak menyerap radiasi yang lebih banyak daripada orang dewasa.

    Di perkotaan Inggris, hotspot Wi-Fi muncul bak jamur. Menurut Panorama, dalam 18 bulan terakhir ada 2 juta pengguna Wi-Fi baru. Wi-Fi digunakan pada 70 persen sekolah secondary dan 50 persen sekolah primer.

    Berbeda dengan Panorama, pengukuran tingkat radiasi di sekolah Norwich itu jauh di bawah ambang batas keamanan yang dibuat pemerintah. Bahkan masih 600 kali di bawah ambang batas. Tapi sebagian ilmuwan menduga basis ambang batas itu tidak benar. Para saintis juga prihatin dengan tidak adanya penelitian tentang dampak radiasi jaringan nirkabel (Wi-Fi). Padahal untuk riset serupa pada ponsel dan menara radio ada ribuan.

    Efek radiasi bagi kesehatan, menurut Profesor Olle Johansson dari Karolinska Institute in Swedia, yang diwawancarai Panorama, “Jika melihat literatur, Anda bisa temukan sejumlah efek radiasi, seperti kerusakan kromosom, berdampak pada kapasitas konsentrasi dan menurunnya memori jangka pendek, serta meningkatnya kejadian berbagai tipe kanker.”

    Ilmuwan lain, Dr Gerd Oberfeld dari Salzburg, mengatakan saatnya Wi-Fi dicabut dari sekolah-sekolah. Alasannya, “Jika Anda melihat data, akan tampak gambaran yang jelas–ini seperti puzzle dan semua cocok, dari pecahnya DNA pada tingkat penelitian binatang hingga kejadian epidemiologis, misalnya peningkatan gejala dan tingkat penyakit kanker.”

    Namun, investigasi Panorama langsung ditanggapi kalangan ilmuwan, teknisi, dan pengguna Wi-Fi. Menurut saintis, investigasi dari program dokumentasi BBC itu tak berdasar konsep ilmiah dan cerita yang menakut-nakuti.

    Paddy Regan, fisikawan dari University of Surrey, misalnya, mengkritik metode pengukuran Panorama yang tak fair. Menurut juru bicara Panorama kepada Guardian, perbandingan pengukuran dilakukan dari jarak 1 meter untuk komputer jinjing dan wireless router Wi-Fi serta 100 meter dari menara ponsel. Menurut Regan, tak mengherankan kalau hasilnya tiga kali lipat lebih tinggi.

    “Aturan fundamental dalam pengukuran ilmiah adalah Anda harus mencoba membandingkan sesuatu berdasarkan hukum akar terbalik. Untuk membuat perbandingan yang adil antara dua sumber radiasi, pengukuran harus dilakukan dari jarak yang sama.” Tapi juru bicara Panorama mempertahankan kesahihan metodologi penelitiannya. Menurut dia, “Titik yang memiliki intensitas tertinggi dari menara ponsel adalah ketika ia menyentuh tanah.”

    Sejauh ini para ilmuwan percaya bahwa Wi-Fi lebih aman ketimbang radiasi ponsel karena peralatan Wi-Fi mengirimkan sinyal pada jarak yang lebih pendek sehingga dapat beroperasi pada kekuatan rendah. Menurut Health Protection Agency, seseorang yang duduk di dalam area hotspot selama setahun terus-menerus menerima dosis radiasi yang sama dengan orang yang menggunakan ponsel selama 20 menit.

  • sumber dari : Amikom