Oktober 11, 2008

Mengungkap Rahasia Hacker

Menyelundupkan rootkit, membaca dokumen rahasia, dan menyadap
pembicaraan telepon dapat dilakukan dengan mudah. Dengan simulasi
serangan berikut ini, Anda akan lebih memahami serangan hacker dan
bagaimana cara mengantisipasinya.
Anda telah melindungi PC dengan firewall, Antivirus dan Service Pack?
Apabila sudah, berarti PC Anda pun menjadi lebih aman dari serangan virus dan hacker. Namun, PC belum benar-benar aman sebelum Anda meng-install patch terbaru. Oleh karena itu, jangan heran bila sewaktu-waktu PC Anda kedatangan ‘tamu tak diundang'. Meskipun Anda telah meng-install patch terakhir, tidak ada jaminan PC Anda aman 100%. Dengan 0-Day-Exploits (celah yang belum dikenal dan di-patch), hacker dapat menembus firewall yang tampaknya aman hanya dalam beberapa detik. Bermodalkan sebuah CD yang telah dimodifikasi, firewall paling aman sekalipun dapat ditembus. Team penulis telah mempraktekkannya dan mensimulasi serangan-serangan paling berbahaya dengan metode-metode terbaru hacker, termasuk rootkits. Beberapa rekan dipilih sebagai target dalam simulasi serangan tersebut.
Hasilnya mengejutkan: Apabila diinginkan, penyerang dapat mengambilalih kendali PC korban dengan mudah. Bagaimana cara kerjanya dan langkah preventif apa yang efektif melindungi PC Anda? Ikuti ulasannya berikut ini.

1. Memata-matai Korban
Aturan nomor satu untuk seorang penyusup atau hacker yang sukses adalah mengenal musuhnya dengan baik. Salah satu cara efektif mengenal korban adalah mengetahui perilakunya saat memakai web browser. Oleh karena 90% peselancar masih menggunakan Internet Explorer, tugas
ini menjadi lebih mudah. Yang lebih menarik, masih banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan program Microsoft yang telah ter-install di PC.
Hacker hanya perlu memancing korban ke sebuah website yang telah dipersiapkan untuk itu dan memanfaatkan kelemahan browser.
Serangan: Kami berencana mengambilalih kendali browser atau dengan kata lain mengambil alih PC melalui sebuah buffer overflow exploit. Untuk itu, identitas software korban harus diketahui. Hal ini dapat dilakukan dengan memancing korban untuk berselancar ke sebuah alamat online yang telah dirancang untuk dapat mengidentifikasi browser-nya. Dengan demikian nama browser dan versinya dapat diketahui. Semakin baru patch yang di-install pada browser, semakin kecil pula peluang browser tersebut untuk diserang. Oleh karena itu, identitas browser yang digunakan korban perlu diketahui. Untungnya, browser langsung mengirimkan informasi identitasnya tersebut dengan membacanya kemudian melalui protokol webserver. Versi filenya juga perlu diketahui, karena kebanyakan buffer overflow hanya berfungsi dengan versi-versi browser tertentu. Selanjutnya, kami menemukan sebuah 0-Day-Exploit serbaguna yang terdapat pada Internet Explorer 6. 0-Day-Exploit digunakan sebagai istilah bagi celah keamanan yang sangat baru dan belum memiliki patch khusus untuk memperbaikinya.
Kami memperoleh informasi tambahan dari hacker FrSIRT yang mendemonstrasikan celah keamanan 'Proof of Concept' tersebut. Ia memberi tahu di mana tepatnya celah dapat dimanfaatkan sehingga mempermudah untuk memulai sebuah serangan.
Pada contoh, cukup dengan menjalankan program kalkulator Windows, kami dapat menyusupkan sebuah backdoor ke dalam scr i pt-nya. Backdoor tersebut selanjutnya menjadi ‘pintu masuk’ tool-tool berbahaya lainnya ke dalam sistem. scr i pt backdoor yang dibutuhkan banyak tersedia di Internet, sehingga serangan dapat dilakukan dengan mudah melalui perintah copy dan paste layaknya seorang scr i pt-kiddie. Kini kami harus mengupayakan agar korban tersebut membuka website yang telah dipersiapkan. Oleh karena itu, kami mengirimkan e-mail dengan link khusus yang dianggap akan sangat menarik korban untuk mengkliknya. Dengan trik sederhana ini, serangan berhasil dilakukan tanpa masalah. Setelah korban mengklik link tersebut, Internet Explorer terbuka dan langsung crash. Hal ini menandakan sebuah backdoor telah sukses diinstall dalam PC korban.
Penangkal: Gunakan browser alternatif seperti Firefox atau Opera. Para pakar sekuriti memang telah menemukan celah keamanan berbahaya dalam browser-browser tersebut, tetapi celah tersebut lebih jarang dimanfaatkan hacker. Biasanya hacker lebih menyukai Internet Explorer karena lebih sering digunakan.
Perhatian: Jangan sembarang membuka link dalam e-mail. Perlakukan e-mail dari pengirim yang tidak Anda kenal dengan sangat hati-hati.
2. Menembus Firewall
Bagaimana melakukan penipuan dan penyamaran dengan sempurna penting bagi seorang spionase. Begitu pula halnya hacker yang ingin menyusupkan trojan dalam sebuah CD tanpa menimbulkan
kecurigaan siapapun. Dengan demikian, pengguna sama sekali tidak menyadari bahaya apa saja yang mengancam. Banyak yang tidak mengetahui bahwa sebuah CD demo dengan tampilan awal dan isi yang menarik bisa mengandung sebuah trojan.
Serangan: Kali ini, kami tidak menginstall sebuah backdoor untuk memasukkan trojan, melainkan memanfaatkan kapasitas media dan langsung mengemas trojan pada CD. Tool yang dipilih adalah trojan klasik ‘Back Orifice 2000’. Pertimbangannya karena trojan open source ini mudah dimodifikasi. Cukup dengan sedikit kode baru dan sebuah compiler lain, maka trojan ini sudah tidak dapat dideteksi oleh kebanyakan Antivirus. Agar trojan ter-install saat CD dimasukkan ke dalam drive, kami menggunakan sebuah CD demo yang sudah tersedia dan membuat rutin setup dengan tool gratis Nullsoft scr i ptable Install System (NSIS). Bedanya, kali ini instalasinya juga menyertakan sebuah trojan. Sebagai tambahan, kami melengkapi trojan tersebut dengan fungsi eksekusi otomatis. Dengan demikian, proses instalasi secara otomatis akan aktif saat CD dimasukkan ke dalam drive. Kini, korban pun hanya perlu memasukkan CD dan trojan dapat langsung beraksi. Dalam contoh, trojan tersebut dapat mencatat semua ketikan pada keyboard dan melaporkannya. Fungsi ini berguna bagi hacker yang ingin mengetahui perilaku korban dan data-data rahasia yang ada di PC-nya. Penangkal: Tidak ada penangkal sempurna untuk serangan seperti ini. Akan tetapi, hal yang berlaku pada e-mail juga berlaku pada CD yaitu jangan menginstall program yang tidak Anda kenal. Dalam prakteknya, hal tersebut sulit dilakukan. Cara yang lebih baik adalah memakai sebuah PC tes khusus, di mana trojan tidak menimbulkan kerusakan ke PC lainnya karena tidak terhubung ke jaringan.

3. Menjadi Tidak Terlihat.
Pakem ketiga dalam spionase adalah bagaimana melakukan penyusupan sekaligus tetap tidak terlihat. Dalam spionase PC ini berarti diperlukan sebuah rootkit. Untuk itu, sebuah backdoor sederhana harus diubah menjadi sebuah super trojan. Sekali masuk ke dalam sistem, trojan tersebut sulit ditemukan sehingga akan lebih sulit lagi untuk disingkirkan.
Rootkit paling terkenal untuk Windows adalah ‘FU Rootkit’. Rootkit ini menyembunyikan program perusak dalam Task Manager. Dengan demikian, trojan tidak lagi dapat dihentikan. Rootkit modern seperti ‘Beast’ bahkan lebih banyak lagi bersembunyi antara lain pada entri
registry, koneksi TCP/IP, dan file-file dalam hard disk.
Tanpa program khusus, seorang pengguna tingkat mahir sekalipun tidak dapat menemukan trojan tersebut, apalagi menyingkirkannya. Hal ini disebabkan rootkit membelokkan fungsi-fungsi Windows dan memanipulasi jawaban yang dibutuhkan oleh Antivirus biasa (lihat boks
Rootkit: Bahaya yang Tidak Tampak).
Serangan: kami memodifikasi ‘Back Orifice 2000’ dengan sebuah fungsi rootkit 'FU Rootkits'. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah seperti halnya Anda mengintegrasikan sebuah plug-in ke Photoshop. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah menginstall sebuah plugin rootkit dan
menentukan, file-file mana yang nantinya tidak terlihat oleh pengguna. Untuk tujuan tes, kami menyembunyikan trojan dan semua file yang dibuat, misalnya file protokol keylogger.
Penangkal: Untuk menghadapi teknik stealth seperti ini, hampir tidak ada yang dapat Anda lakukan. Sekali trojan berhasil ter-install pada sistem, maka trojan tersebut hanya dapat disingkirkan dengan tool khusus, seperti Rootkit Revealer dari Sysinternals.
Selain itu, Anda pun harus mengenal sistem PC Anda dengan baik untuk dapat menemukan trojan tersebut. Hal ini disebabkan, informasi seperti alamat penyimpanan dan fungsi-fungsi Windows harus benar-benar dipahami. Hal dilematis ditemui pada program yang tidak berbahaya,
seperti Daemon Tools. Tool gratis yang digunakan untuk membuat virtual drive ini sayangnya juga menggunakan teknik seperti rootkit untuk mengintegrasikan diri ke dalam sistem agar tidak terlihat.

ROOTKIT: BAHAYA YANG TIDAK TAMPAK
Cara Hacker Mengelabui Antivirus Rootkit ‘bercokol’ sangat jauh di dalam sistem operasi sehingga program-program keamanan umumnya sering tidak dapat mendeteksinya. Trojan canggih ini merupakan rangkaian tool yang dapat mencatat password, memberi akses kepada hacker,
merekam input keyboard, atau menyadap informasi dalam jaringan tanpa terlihat.
Spesialis keamanan F-Secure pernah memperingatkan bahaya rootkit yang masih menyimpan potensi besar untuk menyamarkan virus dan worm. Sekarang pun sudah ada worm yang menggunakan metode rootkit Sony (lihat boks Proteksi dengan Metode Hacker).
Kehadiran rootkit seringkali tidak terdeteksi oleh Antivirus. Berbeda dengan malware biasa yang bekerja pada level pengguna, rootkit mengaitkan dirinya ke dalam Windows API (Application Program Interface). Melalui API, program-program, termasuk Antivirus dan firewall, mengaktifkan fungsi-fungsi dasar sistem operasi, seperti akses ke hard disk atau registry.
Tahap selanjutnya, rootkit menghadang setiap permintaan dan menentukan data mana saja yang boleh dilihat oleh aplikasi keamanan. Apabila sebuah pembasmi virus mencari nama file rootkit, semua entri tersebut disaring dari jawaban yang diberikan sistem operasi. Dengan demikian trojan tidak ditemukan.
Cara menemukan rootkit: Untungnya, sebagian besar rootkit Windows masih belum sempurna dikembangkan. Misalnya trojan 'Slanret' yang dirancang sebagai systemdriver sehingga dapat terlihat pada Windows Safe Mode. Selain itu, Slanret pun sering menyebabkan crash.
Petunjuk-petunjuk lainnya yang dapat digunakan untuk mengetahui kehadiran rootkit antara lain kapasitas hard disk yang berkurang drastis, performa CPU yang turun drastis tanpa alasan jelas, dan koneksi Internet yang tidak dikenal. Para pengguna PC tingkat lanjut biasanya menggunakan tool Rootkit Revealer untuk menemukan API mana saja yang dibelokkan. Ia pun dapat membandingkan file-file pada hard disk dengan backup 'bersih' yang telah dibuat sebelumnya.
Cara menyingkirkan rootkit: Solusi ekstrim yang paling ampuh menyingkirkan rootkit atau tool hacker lainnya adalah mem-format hard disk dan meng-install sistem baru.
Sebagai langkah preventif, Anda pun harus mengganti semua password. Tool khusus untuk melacak dan menghapus rootkit seperti RootkitRevealer (www.sysinternals.com) atau BlackLight (www.fsecure.com) rumit digunakan dan lebih cocok bagi pengguna PC yang mahir. Tool sederhana untuk menyingkirkan berbagai varian rootkit, misalnya rootkit pada proteksi copy CD Audio Sony, sayangnya belum tersedia. Rootkit memiliki satu kesamaan dengan malware
biasa: PC dengan firewall dan Antivirus yang telah dipatch tidak dapat diinfeksi olehnya, dengan syarat pengguna tidak sembarangan membuka lampiran email mencurigakan dan tidak men-download filefile dari pembuat yang tidak dikenal.
Info: www.rootkit.com