Oktober 11, 2008
Tool-Tool Para Hacker
Antisipasi serangan hacker dengan mengetahui cara kerjanya. Berikut ini adalah tool-tool yang dapat digunakan untuk mengamankan jaringan Anda.
Nmap: Dengan port scanner ini, semua port yang terbuka dan alamat IP dalam jaringan dapat
diketahui. Dengan demikian, celah keamanan pun dapat ditutup.
Tips: Untuk memeriksa semua PC dan port dalam jaringan Anda, ketik perintah berikut ini.
nmap - v - sS- O 192.168.*.*
Apabila ada port yang kerap menjadi incaran hacker terbuka, tutup segera untuk mengindari serangan.
SwitchSniffer: PC yang terhubung dengan switch di jaringan menerima paket data yang ditujukan kepadanya. Dengan tool ini Anda dapat ‘membelokkan’paket tersebut.
Tips: Untuk melindungi diri dari tool semacam SwitchSniffer, gunakan baris perintah
berikut:
arp -s 192.168.0.1 00-aa-00-62-c6-09
Perintah di atas menetapkan secara definitif, alamat MAC yang dimiliki oleh alamat IP tertentu. Dalam contoh dipakai alamat sebuah router (sebagai penghubung ke Internet) yang sering dibelokkan.
Ethereal: SwitchSniffer membelokkan data, tapi tidak dapat menampilkannya. Dengan tool
ini Anda dapatmelakukannya.
Tips: Agar data Anda tidak ‘salah alamat’, bila perlu gunakan koneksi yang dienkripsi seperti HTTPS atau SSH.
Netcat: Dengan tool baris perintah ini, Anda dapat membangun sebuah koneksi tanpa proteksi
atau meng-copy file melalui jaringan dengan mudah, misalnya untuk mensimulasi sebuah server.
Tips: Hanya dengan sebuah baris, tool ini dapat menyediakan fungsi web-server.
Buatlah sebuah index.html tersendiri dan jalankan server dengan entri berikut:
netcat -l -p 80 < index.html
Ketikkan dalam kolom alamat 'http://127.0.0.1/' untuk mengaksesnya. Dalam jendela server dapat dibaca permintaanpermintaan sederhana browser.
ALL-IN-ONE SECRETMAKER 4.2.7 - freeware
www.secretmaker.com
Komplit, praktis, powerful, gratis: Banyaknya software keamanan yang ada di pasaran sekarang ini tentunya membuat Anda bingung memilih yang terbaik. Namun, semua masalah itu akan teratasi dengan software All-in-One Secretmaker 4.2.7.
Software ini menawarkan beberapa tool utama seperti Security Watchdog, Intruder Blocker, Spam Fighter, Pop-up Blocker, Banner Blocker,Movie Blocker, Privacy Protector, History Cleaners,Worm Hunter, Cookie Eraser, dan masih banyak lagi. Security Watchdog akan menjaga komputer dari para penyusup. Intruder Blocker dapat menjaga komputer dari spyware, trackware,dan virus.Spam Fighter akan membersihkan spam, dan juga dapat bekerja pada POP3 e-mail client. Banner Blocker akan mengurangi iklan-iklan yang tampil saat Anda berselancar. Movie Blocker menangkal iklan-iklan Flash yang dapat memperlambat aktivitas selancar Anda. Pop-up Blocker menghentikan popup yang tidak diinginkan. Privacy Protector akan menyembunyikan identitas Anda ketika berselancar. Terakhir, Cookie Eraser dan History Cleaner akan menghapus berbagai cookie dan jejak setelah Anda berselancar di dunia maya.
Apakah HDTV dapat direkam? Ternyata HDTV telah dapat dicrack!
Industri film ingin melengkapi semua format HDTV dengan proteksi copy HDCP. Dengan demikian, siaran HDTV tidak bisa direkam dan hanya bisa ditonton. Namun, blokade ini telah ditembus oleh sebuah minibox asal Korea dengan nama 'DVIHDCP'.
Ia mengubah sinyal yang diproteksi menjadi VGA dan dapat direkam tanpa masalah. Sebenarnya,
minibox ini tidak dirancang untuk pembajakan, tetapi untuk menampilkan HDTV melalui beamer/proyektor.
Para pengembang Firefox telah mengintegrasikan fungsi untuk menyingkirkan jejak-jejak yang masih tertinggal dalam Firefox setelah melakukan selancar. Buka "Tools | Clear private data", dan di bagian "Clear the following items now", aktifkan setiap jenis file yang akan dihapus, seperti "Cookies" dan "Cache". Selanjutnya,Anda tinggal menekan tombol "Clear private data now".
Sementara fungsi "Privacy" dalam menu "Tools | Options" tetap tersedia. Pada tab-tab "browsing History", "Saved Passwords", "Saved Form information", "Download History", "Cookies" dan "Cache" disediakan tombol-tombol untuk menghapus.
Namun, prosedur ini membutuhkan banyak klik. Jadi, bila Anda ingin menghapus semua data, metode "Clear Private Data" yang baru jauh lebih praktis.
Diposting oleh N@N@NK di 06.59 0 comments
Mengungkap Rahasia Hacker
Menyelundupkan rootkit, membaca dokumen rahasia, dan menyadap
pembicaraan telepon dapat dilakukan dengan mudah. Dengan simulasi
serangan berikut ini, Anda akan lebih memahami serangan hacker dan
bagaimana cara mengantisipasinya.
Anda telah melindungi PC dengan firewall, Antivirus dan Service Pack?
Apabila sudah, berarti PC Anda pun menjadi lebih aman dari serangan virus dan hacker. Namun, PC belum benar-benar aman sebelum Anda meng-install patch terbaru. Oleh karena itu, jangan heran bila sewaktu-waktu PC Anda kedatangan ‘tamu tak diundang'. Meskipun Anda telah meng-install patch terakhir, tidak ada jaminan PC Anda aman 100%. Dengan 0-Day-Exploits (celah yang belum dikenal dan di-patch), hacker dapat menembus firewall yang tampaknya aman hanya dalam beberapa detik. Bermodalkan sebuah CD yang telah dimodifikasi, firewall paling aman sekalipun dapat ditembus. Team penulis telah mempraktekkannya dan mensimulasi serangan-serangan paling berbahaya dengan metode-metode terbaru hacker, termasuk rootkits. Beberapa rekan dipilih sebagai target dalam simulasi serangan tersebut.
Hasilnya mengejutkan: Apabila diinginkan, penyerang dapat mengambilalih kendali PC korban dengan mudah. Bagaimana cara kerjanya dan langkah preventif apa yang efektif melindungi PC Anda? Ikuti ulasannya berikut ini.
1. Memata-matai Korban
Aturan nomor satu untuk seorang penyusup atau hacker yang sukses adalah mengenal musuhnya dengan baik. Salah satu cara efektif mengenal korban adalah mengetahui perilakunya saat memakai web browser. Oleh karena 90% peselancar masih menggunakan Internet Explorer, tugas
ini menjadi lebih mudah. Yang lebih menarik, masih banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan program Microsoft yang telah ter-install di PC.
Hacker hanya perlu memancing korban ke sebuah website yang telah dipersiapkan untuk itu dan memanfaatkan kelemahan browser.
Serangan: Kami berencana mengambilalih kendali browser atau dengan kata lain mengambil alih PC melalui sebuah buffer overflow exploit. Untuk itu, identitas software korban harus diketahui. Hal ini dapat dilakukan dengan memancing korban untuk berselancar ke sebuah alamat online yang telah dirancang untuk dapat mengidentifikasi browser-nya. Dengan demikian nama browser dan versinya dapat diketahui. Semakin baru patch yang di-install pada browser, semakin kecil pula peluang browser tersebut untuk diserang. Oleh karena itu, identitas browser yang digunakan korban perlu diketahui. Untungnya, browser langsung mengirimkan informasi identitasnya tersebut dengan membacanya kemudian melalui protokol webserver. Versi filenya juga perlu diketahui, karena kebanyakan buffer overflow hanya berfungsi dengan versi-versi browser tertentu. Selanjutnya, kami menemukan sebuah 0-Day-Exploit serbaguna yang terdapat pada Internet Explorer 6. 0-Day-Exploit digunakan sebagai istilah bagi celah keamanan yang sangat baru dan belum memiliki patch khusus untuk memperbaikinya.
Kami memperoleh informasi tambahan dari hacker FrSIRT yang mendemonstrasikan celah keamanan 'Proof of Concept' tersebut. Ia memberi tahu di mana tepatnya celah dapat dimanfaatkan sehingga mempermudah untuk memulai sebuah serangan.
Pada contoh, cukup dengan menjalankan program kalkulator Windows, kami dapat menyusupkan sebuah backdoor ke dalam scr i pt-nya. Backdoor tersebut selanjutnya menjadi ‘pintu masuk’ tool-tool berbahaya lainnya ke dalam sistem. scr i pt backdoor yang dibutuhkan banyak tersedia di Internet, sehingga serangan dapat dilakukan dengan mudah melalui perintah copy dan paste layaknya seorang scr i pt-kiddie. Kini kami harus mengupayakan agar korban tersebut membuka website yang telah dipersiapkan. Oleh karena itu, kami mengirimkan e-mail dengan link khusus yang dianggap akan sangat menarik korban untuk mengkliknya. Dengan trik sederhana ini, serangan berhasil dilakukan tanpa masalah. Setelah korban mengklik link tersebut, Internet Explorer terbuka dan langsung crash. Hal ini menandakan sebuah backdoor telah sukses diinstall dalam PC korban.
Penangkal: Gunakan browser alternatif seperti Firefox atau Opera. Para pakar sekuriti memang telah menemukan celah keamanan berbahaya dalam browser-browser tersebut, tetapi celah tersebut lebih jarang dimanfaatkan hacker. Biasanya hacker lebih menyukai Internet Explorer karena lebih sering digunakan.
Perhatian: Jangan sembarang membuka link dalam e-mail. Perlakukan e-mail dari pengirim yang tidak Anda kenal dengan sangat hati-hati.
2. Menembus Firewall
Bagaimana melakukan penipuan dan penyamaran dengan sempurna penting bagi seorang spionase. Begitu pula halnya hacker yang ingin menyusupkan trojan dalam sebuah CD tanpa menimbulkan
kecurigaan siapapun. Dengan demikian, pengguna sama sekali tidak menyadari bahaya apa saja yang mengancam. Banyak yang tidak mengetahui bahwa sebuah CD demo dengan tampilan awal dan isi yang menarik bisa mengandung sebuah trojan.
Serangan: Kali ini, kami tidak menginstall sebuah backdoor untuk memasukkan trojan, melainkan memanfaatkan kapasitas media dan langsung mengemas trojan pada CD. Tool yang dipilih adalah trojan klasik ‘Back Orifice 2000’. Pertimbangannya karena trojan open source ini mudah dimodifikasi. Cukup dengan sedikit kode baru dan sebuah compiler lain, maka trojan ini sudah tidak dapat dideteksi oleh kebanyakan Antivirus. Agar trojan ter-install saat CD dimasukkan ke dalam drive, kami menggunakan sebuah CD demo yang sudah tersedia dan membuat rutin setup dengan tool gratis Nullsoft scr i ptable Install System (NSIS). Bedanya, kali ini instalasinya juga menyertakan sebuah trojan. Sebagai tambahan, kami melengkapi trojan tersebut dengan fungsi eksekusi otomatis. Dengan demikian, proses instalasi secara otomatis akan aktif saat CD dimasukkan ke dalam drive. Kini, korban pun hanya perlu memasukkan CD dan trojan dapat langsung beraksi. Dalam contoh, trojan tersebut dapat mencatat semua ketikan pada keyboard dan melaporkannya. Fungsi ini berguna bagi hacker yang ingin mengetahui perilaku korban dan data-data rahasia yang ada di PC-nya. Penangkal: Tidak ada penangkal sempurna untuk serangan seperti ini. Akan tetapi, hal yang berlaku pada e-mail juga berlaku pada CD yaitu jangan menginstall program yang tidak Anda kenal. Dalam prakteknya, hal tersebut sulit dilakukan. Cara yang lebih baik adalah memakai sebuah PC tes khusus, di mana trojan tidak menimbulkan kerusakan ke PC lainnya karena tidak terhubung ke jaringan.
3. Menjadi Tidak Terlihat.
Pakem ketiga dalam spionase adalah bagaimana melakukan penyusupan sekaligus tetap tidak terlihat. Dalam spionase PC ini berarti diperlukan sebuah rootkit. Untuk itu, sebuah backdoor sederhana harus diubah menjadi sebuah super trojan. Sekali masuk ke dalam sistem, trojan tersebut sulit ditemukan sehingga akan lebih sulit lagi untuk disingkirkan.
Rootkit paling terkenal untuk Windows adalah ‘FU Rootkit’. Rootkit ini menyembunyikan program perusak dalam Task Manager. Dengan demikian, trojan tidak lagi dapat dihentikan. Rootkit modern seperti ‘Beast’ bahkan lebih banyak lagi bersembunyi antara lain pada entri
registry, koneksi TCP/IP, dan file-file dalam hard disk.
Tanpa program khusus, seorang pengguna tingkat mahir sekalipun tidak dapat menemukan trojan tersebut, apalagi menyingkirkannya. Hal ini disebabkan rootkit membelokkan fungsi-fungsi Windows dan memanipulasi jawaban yang dibutuhkan oleh Antivirus biasa (lihat boks
Rootkit: Bahaya yang Tidak Tampak).
Serangan: kami memodifikasi ‘Back Orifice 2000’ dengan sebuah fungsi rootkit 'FU Rootkits'. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah seperti halnya Anda mengintegrasikan sebuah plug-in ke Photoshop. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah menginstall sebuah plugin rootkit dan
menentukan, file-file mana yang nantinya tidak terlihat oleh pengguna. Untuk tujuan tes, kami menyembunyikan trojan dan semua file yang dibuat, misalnya file protokol keylogger.
Penangkal: Untuk menghadapi teknik stealth seperti ini, hampir tidak ada yang dapat Anda lakukan. Sekali trojan berhasil ter-install pada sistem, maka trojan tersebut hanya dapat disingkirkan dengan tool khusus, seperti Rootkit Revealer dari Sysinternals.
Selain itu, Anda pun harus mengenal sistem PC Anda dengan baik untuk dapat menemukan trojan tersebut. Hal ini disebabkan, informasi seperti alamat penyimpanan dan fungsi-fungsi Windows harus benar-benar dipahami. Hal dilematis ditemui pada program yang tidak berbahaya,
seperti Daemon Tools. Tool gratis yang digunakan untuk membuat virtual drive ini sayangnya juga menggunakan teknik seperti rootkit untuk mengintegrasikan diri ke dalam sistem agar tidak terlihat.
ROOTKIT: BAHAYA YANG TIDAK TAMPAK
Cara Hacker Mengelabui Antivirus Rootkit ‘bercokol’ sangat jauh di dalam sistem operasi sehingga program-program keamanan umumnya sering tidak dapat mendeteksinya. Trojan canggih ini merupakan rangkaian tool yang dapat mencatat password, memberi akses kepada hacker,
merekam input keyboard, atau menyadap informasi dalam jaringan tanpa terlihat.
Spesialis keamanan F-Secure pernah memperingatkan bahaya rootkit yang masih menyimpan potensi besar untuk menyamarkan virus dan worm. Sekarang pun sudah ada worm yang menggunakan metode rootkit Sony (lihat boks Proteksi dengan Metode Hacker).
Kehadiran rootkit seringkali tidak terdeteksi oleh Antivirus. Berbeda dengan malware biasa yang bekerja pada level pengguna, rootkit mengaitkan dirinya ke dalam Windows API (Application Program Interface). Melalui API, program-program, termasuk Antivirus dan firewall, mengaktifkan fungsi-fungsi dasar sistem operasi, seperti akses ke hard disk atau registry.
Tahap selanjutnya, rootkit menghadang setiap permintaan dan menentukan data mana saja yang boleh dilihat oleh aplikasi keamanan. Apabila sebuah pembasmi virus mencari nama file rootkit, semua entri tersebut disaring dari jawaban yang diberikan sistem operasi. Dengan demikian trojan tidak ditemukan.
Cara menemukan rootkit: Untungnya, sebagian besar rootkit Windows masih belum sempurna dikembangkan. Misalnya trojan 'Slanret' yang dirancang sebagai systemdriver sehingga dapat terlihat pada Windows Safe Mode. Selain itu, Slanret pun sering menyebabkan crash.
Petunjuk-petunjuk lainnya yang dapat digunakan untuk mengetahui kehadiran rootkit antara lain kapasitas hard disk yang berkurang drastis, performa CPU yang turun drastis tanpa alasan jelas, dan koneksi Internet yang tidak dikenal. Para pengguna PC tingkat lanjut biasanya menggunakan tool Rootkit Revealer untuk menemukan API mana saja yang dibelokkan. Ia pun dapat membandingkan file-file pada hard disk dengan backup 'bersih' yang telah dibuat sebelumnya.
Cara menyingkirkan rootkit: Solusi ekstrim yang paling ampuh menyingkirkan rootkit atau tool hacker lainnya adalah mem-format hard disk dan meng-install sistem baru.
Sebagai langkah preventif, Anda pun harus mengganti semua password. Tool khusus untuk melacak dan menghapus rootkit seperti RootkitRevealer (www.sysinternals.com) atau BlackLight (www.fsecure.com) rumit digunakan dan lebih cocok bagi pengguna PC yang mahir. Tool sederhana untuk menyingkirkan berbagai varian rootkit, misalnya rootkit pada proteksi copy CD Audio Sony, sayangnya belum tersedia. Rootkit memiliki satu kesamaan dengan malware
biasa: PC dengan firewall dan Antivirus yang telah dipatch tidak dapat diinfeksi olehnya, dengan syarat pengguna tidak sembarangan membuka lampiran email mencurigakan dan tidak men-download filefile dari pembuat yang tidak dikenal.
Info: www.rootkit.com
Diposting oleh N@N@NK di 06.57 0 comments
September 28, 2008
Perhitungan Subneting
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya. Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Alamat host dan broadcast yang valid? Subnet
172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2
Diposting oleh N@N@NK di 01.30 0 comments